GP Ansor Bolsel

Adu Taktik HMI vs PMII di Konfercab GP Ansor Bolsel

Ambangdotco, BOLSEL – Konferensi Cabang ke-II Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dipastikan memanas. Gambaran ini terlihat lewat munculnya beberapa calon mumpuni yang dibakal bertarung nanti.

Informasi yang berhasil dirangkum jurnalis Ambangdotco, setidaknya tiga nama calon yang diperkirakan akan memperebutkan suara pada pemilihan yang rencananya dipusatkan di Balai Desa Tolondadu II, Kecamatan Bolaang Uki, Selasa (03/09/2019) nanti.

Adapun ketiga nama bakal calon tersebut, antara lain Sekertaris Bawaslu Bolsel Artur Waroka, anggota DPRD terpilih Fadli Tuliabu, serta Sangadi Tolondadu II Alispan Nupulo. Tak ayal, ketiga calon ini saling beradu strategi dalam perebutan pucuk pimpinan organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama yang notabene merupakan organisasi Islam tertua di Indonesia.

Arfan Lapadang, Ketua Tim pemenangan Alispan Nupulo, meyakini kandidat yang diusungnya ini akan mampu mengalahkan gerbong Jarwadi Sirwan yang saat ini berada dalam lingkaran kekuatan Artur Waroka pentolan KAHMI Bolsel. “Kami optimis calon kami akan memenangkan pertarungan ini,” tegasnya.

Beda cerita, dengan Sahrul Polapa mantan Aktis PMII Gorontalo yang menjagokan Fadli Tuliabu. Menurutnya, Fadli layak menjadi ketua Ansor karena telah menuhi syarat kaderisasi GP Ansor. “Justru dari sisi organisasi beliau (Fadli,red) paling tepat,” tuturnya.

Irfan Eyato, Ketua Steering Comitte Konfercab GP Ansor, menyampaikan persiapan pelaksanaan kegiatan telah rampung. “Konfercab akan diawali dengan pelantikan seluruh PAC (Pimpinan Anak Cabang) GP Ansor tujuh kecamatan se-Bolsel. Kalau tak ada halangan akan dihadiri oleh Wakil Bupati, PW Ansor Sulut serta pimpinan Cabang NU Bolsel,” bebernya.

Ketua NU Bolsel, Zulkarnain Kamaru menyampaikan apresiasi kepada Ansor Bolsel yang menggelar Konfercab ke-II . menurutnya dengan banyaknya kader Muda NU yang akan bertarung di Konfercab mendatang, menjadi bukti bahwa NU memiliki stok kader yang berkualitas dan mumpuni. “Banyak kader yang dicalonkan lebih bagus. Itu tandanya, kita punya stok kader muda NU yang memiliki kecakapan sebagai pemimpin di masa akan datang,” pungkasnya. Dhay

698