Forum AIS 2019

AIS 2019 Berdampak Positif Pengembangan Ekowisata Bolsel

Ambangdotco, BOLSEL –Deddy Abdul Hamid mengatakan Archipelagic and Island States Forum (AIS) 2019, yang diselenggarakan di Sulawesi Utara berdampak positif terhadap pengembangan ecowisata di Bumi Nyiur Melambai.

Tak pelak, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) ini mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi yang telah berupaya memperkenalkan wajah Sulawesi Utara ke kancah internasional.

“Dukungan serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang dipercayakan sebagai tuan rumah,” kata Deddy disela-sela Opening Ceremony AIS 2019 di Manado, Kamis (31/10/2019).

Menurut dia, acara yang dimediasi Kementerian Kemaritiman dan Investasi itu memiliki dampak positif terhadap iklim investasi hingga pengembangan dunia pariwisata di Bolsel, khususnya.

“Pemerintah daerah sangat diuntungkan karena menjadi momen promosi berbagai potensi dan kekayaan alam hingga ke mancanegara. Kedepannya, forum ini dapat menyentuh pelaku bisnis pariwisata baik di sektor utama, ataupun di sektor pendukung seperti startup, bisnis pemula, investor dan pengetahuan lainnya,” sebutnya.

Alhasil, selain dihadiri oleh delegasi dari 21 perwakilan negara dan empat utusan yang tergabung dalam Forum AIS, tampak hadir para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Sulut Olly Dondokambey  serta kepala daerah dari kabupaten dan kota se-Sulut.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya berharap, forum ini bisa mendorong keterlibatan bisnis dan solusi keuangan inovatif untuk mendanai proyek perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Forum AIS juga merupakan wadah yang digunakan untuk merangkul 41 negara pulau dan 6 negara kepulauan dari kawasan Pasifik Selatan, Karibia, Asia, Afrika, dan Eropa, serta Pembangunan kerja sama konkret.

Bukan itu saja, Forum AIS 2019 lebih ditekankan pada pengembangan ecotourism. Itu artinya, forum ini, sasaran yang diharapkan antara lain berbagi pengetahuan, mencari solusi cerdas dan kreatif untuk bisa digunakan oleh para pengusaha lokal, masyarakat sipil, maupun akademisi serta pihak lain untuk membangun kerjasama di bidang industri ekowisata bahari. Dhay

35