jalur evakuasi bencana

Rawan Gempa, Pesisir Boltim Minim Jalur Evakuasi Bencana

Ambangdotco, BOLTIM – Bencana tsunami nampaknya menjadi mimpi buruk yang sewaktu-waktu mengancam jiwa warga yang bermukim di pesisir pantai Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Hal ini juga, diperburuk dengan belum tersedianya jalur-jalur evakuasi disepanjang wilayah yang dianggap rawan bencana yang membentang mulai dari Kecamatan Kotabunan hingga Nuangan.

Tak ayal, gempa bermagnitudo 7,1 skala richter yang mengguncang berbagai wilayah di Sulawesi Utara, sekitar pukul 00.17 WITA, Kamis (14/11/2019) dini hari, perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah setempat.

Kepada jurnalis Ambangdotco, Rahman Igirisa, warga Kotabunan, mengaku, beberapa kali gempa sempat membuat panik warga pesisir Boltim.

“Saya bersama keluarga mencari tempat aman untuk mengungsi bersama warga lain. Biasanya kami cari dataran tinggi mengamankan diri dari gempa yang berpotensi tsunami, diri hari tadi,” kata Rahman.

Lain halnya, dengan Chindi Limo, warga Tutuyan. Walau akftifitas mulai berangsur normal, namun Chindi mengaku masih trauma dengan gempa tersebut. Ia berharap pemerintah setempat menyiapkan jalur evakuasi bila sewaktu-waktu gempa kembali mengancam.

“Saya terpaksa mengungsikan istri dan anak-anaknya ke kompleks kantor bupati yang lokasinya tidak jauh dari rumah. Saya rasa di situ aman, karena berada di ketinggian. Kami berharap, ada jalur evakuasi bila kejadian serupa terjadi,” ucapnya.

Minimnya jalur evakuasi bencana di wilayah ibukota kabupaten, dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Elvis Siagian kala dikonfirmasi terpisah.

“Memang betul, wilayah pesisir warga belum ada jalur evakuasi. Warga biasanya mengungsikan diri di lokasi dataran tinggi yang tidak jauh dari pemukiman mereka,” kata Elvis via layanan whatsapp pribadinya.

Menurut dia, wilayah pesisir memang dikepung berbagai dataran tinggi yang dianggap ideal sebagai lokasi pengusian. Hanya saja, pemerintah daerah lewat BPBD akan mengomptimalkan titik-titik tertentu sebagai jalur evakuasi.

“Untuk jalur evakuasi, BPBD telah melaksanakan program mitigasi non-struktural. Artinya, masih dalam taraf sosialisasi tetang jalur evakuasi kalau ada bencana tsunami. Kepada camat, sangadi tim relawan dan masyarakat, se hubungan dengan keterbatasan anggaran, maka tahun 2020 akan kami  programkan jalur evakuasi sesuai dengan yang tercantum pada revisi RTRW, yang saat ini sementara dalam pembahasa,” pungkasnya. Nda

78