Pengawasan Orang Asing

Tim PORA Boltim Lalai Awasi Tiga WNA di Lanut

Ambangdotco, BOLTIM – Pengamat pemerintahan Ismail Mokodompit, menilai, pengawasan terhadap aktivitas orang asing di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) cukup lemah.

Salah satu yang paling mencolok, yaitu aktivitas warga negara Tiongkok di wilayah pertambangan rakyat di Desa Lanut, Kecamatan Modayag, baru-baru ini. Menurut dia, lemahnya pengawasan tersebut diakibatkan minimnya koordinasi lintas sektor di berbagai lini pelayanan publik.

paspor warga Tiongkok di Desa Lanut, Modayag, Boltim.

“Kami berharap pengawasan orang asing perlu digiatkan. Pemerintah daerah lewat instansi teknis harus berkoordinasi hingga ke tingkatan desa agar pengawasan orang asing lebih efektif,” kata Ismail kepada jurnalis Ambangdotco, Kamis (14/11/2019).

paspor warga Tiongkok di Desa Lanut, Modayag, Boltim.

Ismail mengaku, dirinya menerima informasi terkait aktifitas tiga warga Tiongkok bernama Guo Chaogui, Chen Jian serta Guo Chaozhong cukup meresahkan warga Desa Lanut. “Info saya dapati, mereka itu tidak memiliki dokumen resmi terkait aktifitas di Lanut. Perlu ada penindakan tegas dan jangan ada main mata soal masalah ini,” tegas Ismail.

paspor warga Tiongkok di Desa Lanut, Modayag, Boltim.

Menanggapi sorotan masyarakat tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Boltim, Irwan Kyai Demak mengultimatum, Tim Pengawasan Orang Asing (Tim-PORA) Kecamatan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten harusnya dapat mengawasi pergerakan WNA di wilayahnya.

“Tim-PORA Kecamatan Modayag perlu berkoordinasi dengan aparat pemerintah desa dalam mengawasi keberadaan WNA, karena di setiap desa ada aturan tamu wajib lapor 1x24 jam,”.  ujarnya.

Peran Tim-PORA sendiri, menurut Irwan, sebagai pemberi informasi awal mengenai tindak tanduk WNA di wilayahnya masing-masing. Berbekal informasi tersebut, nantinya Disnakertransakan menindak Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tidak memiliki dokumen lengkap.

“Informasi Tim-PORA sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi terkait aktifitas WNA. Ini supaya kami dapat melakukan pemeriksaan dokumen yang mereka gunakan untuk beraktifitas di wilayah Boltim, jangan-jangan hanya visa kunjugan tapi di lapangan mereka beraktifitas kerja,”  pungkasnya. Nda

80