fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

Ini Gejala EVALI, Penyakit Baru Efek Samping Dari Vape

Gejala Evali Penyakit Akibat Vape

Ambangdotco, GAYA HIDUP – Penggunaan rokok elektrik atau vape belakangan ini menelen korban jiwa. Di Texas, baru – baru ini remaja berusia 15 tahun dilaporkan meninggal dunia lantaran cedera paru-paru. 

Penyakit paru yang ditimbulkan oleh penggunaan vape, kini oleh dunia medis telah menemukan nama resmi, untuk menyebut penyakit paru tersebut.

Apa Itu EVALI, Penyakit Yang Jadi Efek Samping Vape?

Dunia medis kini telah menemukan nama resmi, untuk menyebut penyakit paru yang diakibatkan oleh efek samping vape, yakni E-cigarette, or Vaping, product use Associated Lung Injury (EVALI).

Vaping sendiri adalah proses menghirup aerosol yang dibuat dengan memanaskan cairan yang mengandung berbagai zat, seperti nikotin, cannabinoid, zat perasa, dan zat aditif.

Nama ini diberikan oleh badan kesehatan masyarakat Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setelah ada ribuan orang yang terjangkit penyakit akibat efek samping vape, di Amerika Serikat.

Gejala Penyakit EVALI

Sama seperti kondisi medis lainnya, EVALI juga memiliki gejala, yang ternyata mirip dengan banyaknya penyakit paru-paru, seperti:

Dalam kasus terparahnya, penyakit EVALI juga bisa menyebabkan kematian. Per tanggal 7 November 2019 silam saja, dari 2.051 kasus penyakit karena vape, 39 di antaranya berujung pada kematian.

EVALI Disebabkan Bahan Suplemen Perawatan Kulit

Saat sedang meneliti tentang EVALI, CDC pun melakukan studi dan mengambil sampel dari 29 pengidap EVALI. Ternyata, vitamin E asetat berkontribusi signifikan terhadap penyakit EVALI.

Biasanya, vitamin E asetat digunakan untuk suplemen atau perawatan kulit. Dalam kasus-kasus tersebut, vitamin E asetat aman untuk digunakan.

Namun, ketika vitamin E asetat dihirup melalui vape, akhirnya fungsi paru-paru normal, akan terganggu.

Banyaknya produk e-juice atau liquid yang digunakan sebagai perisa vape, pihak CDC dan Food and Drug Administration, masih kesulitan untuk menemukan penyebab lebih lanjut dari EVALI.

Pemeriksaan pada pasien yang terjangkit EVALI, menemukan penggunaan nikotin, tetrahydrocannabinol (THC), hingga minyak cannabinoid (CBD). Dari semua pasien yang datang karena EVALI, 75-80% dari mereka, mengaku menghirup THC, 58% menggunakan nikotin, 15% menggunakan nikotin, namun tidak dicampur dengan THC. Sementara itu, 13% yang lainnya, mengaku hanya menggunakan produk yang mengandung nikotin, sebelum gejala EVALI datang.

Selain itu, vitamin E asetat juga ditemukan dalam sampel pada sebanyak 29 pasien EVALI. Biasanya, vitamin E asetat ditemukan dalam THC, yang akhirnya dianggap sebagai salah satu penyebab banyaknya korban EVALI yang terus bertambah.

Hentikan Pengunaan Vape Mengandung THC

Banyak oknum tak bertanggung jawab, yang menjual dan menggunakan vitamin E asetat, ke dalam liquid vape, dalam jumlah banyak. Hal itu, menurut CDC, dilakukan karena sang penjual tidak mau rugi, karena menggunakan terlalu banyak THC untuk mencairkan bahan, dalam produknya. Akibatnya, orang-orang yang telah membeli produk tersebut, merasakan kerugiannya, karena menghirup vitamin E asetat, ke dalam paru-paru.

Sampai saat ini, belum jelas pengaruh vitamin E asetat, dapat merusak paru-paru. Namun diperkirakan, vitamin E asetat “menyelimuti” paru-paru, sehingga organ tubuh yang sangat penting ini, tidak bisa bertukar oksigen. Kemudian, di saat paru-paru berusaha untuk membersihkan minyak vitamin E asetat itu, peradangan muncul, yang akhirnya menghambat proses pernapasan.

CDC menegaskan, masih banyak penelitian yang harus dilakukan, untuk melihat kemungkinan adanya zat lain dalam liquid vape, selain vitamin E asetat, yang bisa merusak paru-paru. CDC yakin, bisa saja ada lebih dari satu penyebab, yang mengakibatkan vape merusak paru-paru. Editor