ASN Bolsel Terjerat Kasus Narkoba

Aldy : Tak Ada Bantuan Hukum Untuk Kasus Narkoba ASN Bolsel

Ambangdotco, BOLSEL – Dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), yang diduga terjerat dalam kasus narkoba menuai tanggapan dari pemerintah daerah setempat.

“Pemerintah prihatin dangan kejadian yang menimpa mereka. Ini kejadian yang tak terduga. Namun, masyarakat diharapkan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bolsel, Aldy Setiawan Gobel, melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (18/03/2020).

Kata dia, status ASN mereka, Pemkab Bolsel sendiri akan menunggu proses dari penegak hukum, sampai ada keputusan hukum tetap.

“Hukuman bagi PNS yang menggunakan atau mengedar narkoba mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, tentang disiplin PNS. Yang bersangkutan dapat dijatuhi hukuman berat, sedang ataupun ringan sesuai dengan hasil pemeriksaan,” bebernya.

Soal pemberhentian dari ASN, menurutdia, apabila masa hukuman kurang dari dua tahun, maka masih ada pemeriksaan lebih lanjut terhadap yang bersangkutan. Apa itu diberhentikan atau yang dijatuhi sanksi hukuman, seperti turun pangkat sampai bebas jabatan.

“Dalam proses pemberhentian, ASN harus menunggu putusan pengadilan. Kategori pemberhentian bisa dengan cara hormat ataupun tidak terhormat,” tandasnya.

Mengenai bantuan hukum, lanjut dia, oknum ASN yang terjerat kasus yang sifatnya extra ordinary crime bukan tanggung jawab dari pemerintah daerah.

“Pemda berharap, ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat lebih khusus di lingkungan ASN. Semoga ini menjadi yang terakhir di daerah yang sama-sama kita cintai ini,” imbuh Aldy, yang melekat sebagai juru bicara Pemda Bolsel.

Sekadar dikatahui, selang dua hari terakhir, Subdit III Ditresnarkoba (Direktorat Reserse Narkoba) Polda Sulut berhasil menangkap tiga orang yang diduga kuat sebagai pengguna dan pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Kabupaten Bolsel.

Dua terduga tersangka yang ditangkap pada Selasa (17/3/2020), adalah oknum ASN di Sekretariat DPRD Kabupaten Bolsel, masing-masing berinisial SL dan IS. Keduanya dinyatakan positif mengkonsumsi sabu-sabu setelah menjalani pemeriksaan.

Selanjutnya, pada Rabu (18/3/2020), Ditresnarkoba kembali berhasil satu oknum anggota DPRD Bolsel berinisial FT.

Penangkapan kepada dua oknum ASN dan oknum anggota DPRD Bolsel itu dilakukan di lokasi berbeda, dan waktu yang berbeda.

Hal itu pun dibenarkan oleh Direktur Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Polda Sulut Kombes Pol. DR. Eko Wagiyanto, S.I,K., S.H., M.H.

Dia menyebut pihaknya melakukan penangkapan terhadap dua oknum ASN dan satu oknum anggota DPRD di Bolsel, yang diduga kuat menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

“Tapi pada saat ini, oknum anggota DPRD Bolsel masih menjalani tes urine di rumah sakit. Sedangkan untuk dua oknum ASN sudah terbukti menggunakan narkoba jenis sabu-sabu,” jelas Eko Wagiyanto, saat menggelar jumpa pers, Rabu (18/3/2020). Dhay

171