Kapolsek Modayag

Balita Tewas Tenggelam di Bak Limbah Tambang KUD Nomontang

Ambangdotco, BOLTIM –Lokasi tambang di wilayah ijin pertambangan rakyat di Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kembali menelan korban.

Korban tewas kali ini merupakan balita yang tenggelam di lokasi bak pengolahan limbah buangan milik salah satu anggota KUD Nomontang, pemegang WIUP di Desa Lanut.

Ironisnya, insiden nahas tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Beberapa tahun lalu, peristiwa serupa terjadi yang menelan korban nyawa anak SD warga setempat.

Data yang dihimpun redaksi Ambangdotco, kasus tenggelamnya balita teersebut terjadi pada Jumat 25 Oktober 2019 lalu. Korban berusia 2,8 tahun bernama Ahmad Hanafi Damopolii.

Berdasarkan, kronologi yang diceritakan Kapolsek Modayag, Iptu Joel Lalensang, tempat kejadian perkara di lokasi tambang milik AS alias Tole (34).

“Waktu itu korban sedang bermain di dekat bak (kolam) tambang. Selang beberapa menit lamanya EX (12) anak tetangga korban, menyaksikan jasad korban terapung dan seketika langsung mengangkat korban,” kata Lalensang.

Disebutkan Lalensang, diameter kedalaman kolam kurang lebih 1 meter. Oleh keluarga, korban sempat melakukan pertolongan pertama dan langsung melarikannya ke RS Monompia Kotamobagu, namun nyawanya sudah tidak tertolong. “Petugas kepolisian langsung memasang garis polisi, guna kepentingan olah perkara,” tuturnya.

Menurut dia, Polsek Modayag hingga kini sudah memanggil beberapa saksi untuk mendalami insiden tenggelamnya balita tersebut. “Kita sedang memintai keterangan kepada orang tua korban, dan pemilik bak tambang. Jika ini memenuhi unsur pidana maka kasusnya akan kita proses untuk dilanjutkan,” tegasnya.

Kendati begitu, Lalensang mewanti-wanti  agar masyarakat dan pelaku tambang dapat memperhatikan keamanandi areal pertambangan di Desa Lanut. “Kami sudah sering mengimbau, tapi kejadian ini kelihatan ada unsur kelalaian, karena kejadian yang membuat warga kehilangan nyawa karena sudah terjadi juga sebelumnya,” pungkasnya. Nda

43