Bangkai Kapal Titanic

Bakteri Ini Penyebab Bangkai Kapal Titanic Lapuk

Ambangdotco, TEKNO – Halomonas titanicae, merupakan spesies bakteri laut yang perlahan menghabiskan bangkai kapal Titanic. Hal ini sontak mengagetkan para peneliti yang bertahun – tahun melakukan riset terhadap kapal yang tenggelam 107 tahun silam.

Berdasarkan riset peniliti Dalhousie University di Halifax, Nova Scotia, Henrietta Mann, mengaku, telah menemukan spesies bakteri bernama Halomonas titanicae , yang ia dapati dari sebuah sampel hasil penelitiannya dalam kurun sewindu terakhir.

Sebagaimana dikutip dari wawancaranya kepada Majalah Time, Henrietta menuturkan, bakteri halomonas titanicaex,  adalah bakteri yang paling ganas karena dapat menyebabkan bangkai kapal Titanic lapuk dan berangsur-angsur rusak parah, dibanding mikroba laut disekitar bangkai kapal.

Lebih lanjut Henrietta memaparkan, proses alamiah dibalik aktifitas bakteri pemakan bangkai Titanic ini. “Kejadiannya sangat identik dengan stalaktit pada senyawa besi di bawah laut atau istilah ilmiahnya berupa rusticles,” terangnya.

Bukan itu saja, ia menduga, ada faktor lain penyebab rusaknya bangkai tersebut. Antara lain, pusaran laut, berat kapal, korosi serta arus kian memperparah kerusakan bangkai Titanic yang melegenda.

Fakta berikutnya, berupa penemuan dari Caladan Oceanic CEO belum lama ini. Bersama penjelajah lainnya, yakni Victor Vescovo dan lima penyelam dari Triton Submarines. Dalam sorotannya, Majalah Time terus mengangkat penemuan tim tersebut selang empat lima kali ekspedisi dilakukan.

Walhasil, berdasarkan proses perekaman gambar dalam laut, hal mengejutkan membuat tim terus meneliti bangkai kapal yang karam setelah menabrak gunung es, di perairan laut Atlantik pada 15 April 1912 silam.

Terdapat dua bangkai terbelah, selain telah membusuk dua bagian bangkai terhampar ratusan meter jaraknya masing-masing. Di sisi sebelah kanan badan kapal didapati kian rusak parah. “Paling menarik bagaimana Titanic dimakan samudra dan wujudnya kembali ke elemen asal. Walau, bangkai itu menjadi tempat bernaung berbagai ekosistem hewan bawah laut,” demikian diterangkan co-founder Triton Submarines, Patrick Lahey dikutip dari CNN.

Hal unik laik, terkait penelitian bangkai kapal Titanic, seperti yang divisualkan oleh Atlantic Productions London, secara detail menggambaran korosi dengan teknologi tercanggih, semisal Limiting Factor Depth Submergence Vehicle (DSV). Dalam video berosolusi 4K, sisi kanan bangkai kapal yang paling ekstrim mengalami kerusakan parah. Editor

216